Jangan sampai seperti kejadian saat saya mengajar privat ngaji dulu. Ada Ibu yang mengeluhkan anaknya tidak sholat subuh. Di depan anaknya sang Ibu curhat dengan saya, " Iya nih... Kan sayang banget, sholat waktu yang lain rajin. Tapi kalau subuh ga pernah. Bangunnya siang melulu."
Anaknya menyanggah, " Apaan... Udah bangun jugaaa, tapi takut mau wudhu sendirian. Mamah dibangunin ga bangun-bangun. Mamah juga ga sholat Subuh! "
Duh, wajah Mamah berubah memerah.
Ya, keteladanan sangat diperlukan dalam mendidik anak. Ingin anak rajin, tentunya orangtua harus nampak rajin di mata anak. Begitupun dengan pelaksanaan sholat, khususnya saat Subuh. Hendaknya orangtua memberikan contoh, memperlihatkan bahwa mereka pun melaksanakan sholat subuh dan mendukung anak untuk bisa melakukan sholat subuh.
Lalu bagaimana caranya mendukung anak melaksanakan kewajibannya? Ya, sejak masa belum balighnya anak, orangtua harus sudah mempersiapkan melalui pembiasaan sehari-hari. Termasuk sholat subuh. Ibu bisa menerapkannya sejak anak usia sekolah TK. Awali membangunkan anak dengan mengingatkan untuk sholat subuh, bukan untuk sekolah.
Bangunkan anak dengan lembut dan suara perlahan sambil mengelus kepalanya, sampai anak membuka mata. Lalu bacakan do'a bangun tidur. Minta pada anak untuk segera berwudhu, tentunya ditemani ya, Bu. Nah di sinilah perjuangan seorang Ibu.
Butuh kesabaran ekstra menghadapi rengekan dan drama anak. Seperti anak saya, sudah bangun dari tempat tidur dan keluar kamar untuk berwudhu, tapi saat terjumpa kursi panjang di luar kamar, dia kembali menjatuhkan diri di situ. Terus bangunkan saja, tuntun dia sampai ke tempat wudhu. Ya, biasanya akan ada tangisan, rengekan, keluhan, bahkan marah. Itu respon yang wajar karena merasa tidurnya terganggu.
Biarkan saja jika anak melaksanakan sholatnya dengan wajah cemberut, yang penting dia melaksanakan sholat dan sudah terprogram dalam mindset-nya untuk bangun pagi karena harus melaksanakan sholat subuh. Biasanya setelah sholat, kerewelan itu akan hilang. Bahkan anak saya sering mengucapkan terima kasih sudah dibangunkan untuk sholat subuh. Walaupun sebelumnya sungguh menantang kesabaran.
Yuk para Ibu, semangat membangunkan anak di awal pagi untuk melaksanakan sholat subuh. Agar tiba waktu balighnya nanti, anak kita sudah merasa ringan melaksanakan kewajiban sholatnya.
Biarkan saja jika anak melaksanakan sholatnya dengan wajah cemberut, yang penting dia melaksanakan sholat dan sudah terprogram dalam mindset-nya untuk bangun pagi karena harus melaksanakan sholat subuh. Biasanya setelah sholat, kerewelan itu akan hilang. Bahkan anak saya sering mengucapkan terima kasih sudah dibangunkan untuk sholat subuh. Walaupun sebelumnya sungguh menantang kesabaran.
Yuk para Ibu, semangat membangunkan anak di awal pagi untuk melaksanakan sholat subuh. Agar tiba waktu balighnya nanti, anak kita sudah merasa ringan melaksanakan kewajiban sholatnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar